PENGUMUMAN

blog ini pindah lokasi ke http://wahyunurdiyanto.com terima kasih

PAsang Queen Di Album Kedua

Minggu, 11 November 2007 | Label: | 0 komentar |



SUKSES yang dicatat album Becak Fantasi tidak pernah diduga sebelumnya oleh Jubing Kristianto, maklum musik instrumen terlebih solo gitar klasik masih belum terlalu populer bagi telinga orang Indonesia.
Becak Fantasi yang berisi lagu anak-anak berjudul Becak, Burung kakaktua, dan Ayam de Lapeh serta beberapa lagu pop 90an memang sukses, sudah 7000 lebih keping kaset dan cd terjual sejak album ini dikeluarkan dua bulan lalu. DAn kondisi inilah yang membuat Jubing semangat untuk membuat album baru. Menurut rencana, album kedua akan dirilis awal tahun 2008 nanti.
Terkait materi lagu di album keduanya, Jubing yang mantan wartawan Tabloid Nova itu masih akan memilih lagu-lagu lawas yang sebelumnya sudah dikenal publik.
Salah satu lagu lawas yang akan jadi andalan di album kedua nanti adalah lagu Hujan karya Ibu Sud dan Bohemian Raphsody milik grup rock Inggris Queen.
"Ini agar orang lebih mudah mendengar dan suka," ucapnya memberikan alasan mengenai pemilihan lagu-lagu lama.
Lagu hujan dipilih karena memang menjadi favorit Jubing sejak masih belajar gitar klasik pas masih duduk di bangku SMP, sementara lagu milik Queen dipilih karena alasan pengarapan musikalitas dan aransemen yang menantang.
DAlam acara Aksi Hijau 2007 penanaman 500 pohon yang digagas oleh Kompas-Gramedia, Minggu (11/11) di kompleks Gelora Bung KArno, Jubing dengan sukarela menampilkan aransemen lagu Hujan kepada para relawan tanam pohon.
Petikan gitar yang halus serta teknik tinggi membuat para penonton terhanyut dan ikut menyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan saat hujan turun itu.
"Saya tahu musik gitar klasik masih susah diterima pasar. Karena itu, album kedua ini masih jauh dari gaya gitar klasiknya. Album ini hanya untuk pengenalan. Dan setelah itu, suatu saat nanti saya akan bikin album klasik yang sesungguhnya," lanjut pria kelahiran 9 April 1966 itu.(persda network/why)

Film Laksamana Keumalahayati

| Label: | 0 komentar |

produser film, sama para pemain



Akan dibuat versi Layar lebar Yang Kolosal

SEBUAH film layar lebar kolosal mengenai pahlawan wanita asal Aceh akan dibuat oleh Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) awal tahun 2008 nanti.
Film layar lebar Laksamana Keumahalayati ini menjadi kelanjutan dari film versi layar kaca yang sebelumnya juga telah diproduksi oleh Kemenpora.
"Film layar lebarnya akan dibuat lebih kolosal Januari 2008 nanti," ucap Menpora Adhyaksa Dault, saat launching film Laksamana Keumahalayati, Lahirnya Srikandi Aceh, di Blitz Megaplex Jakarta, Sabtu (10/11).
Adhyaksa yang juga bertindak sebagai produser film ini mengatakan, pembuatan film Laksamana Keumahalayati dimaksudkan untuk mengenalkan kembali sosok-sosok pahlawan nasional yang saat ini telah banyak dilupakan. Bangsa Indonesia lebih hapal tokoh-tokoh luar negeri, dan melupakan tokoh nasional.
Dan menurut Adhyaksa, kalaupun orang mengenal sosok pahlawan hanya dari nama mereka semata yang terpampang sebagai nama jalan, nama tempat, museum, atau monumen peringatan. Kaum muda Indonesia lebih banyak tidak mengenal sejarah dan spirit perjuangan yang telah mereka lakukan.
"Kita hanya mengenal pahlawan dari namanya saja. Contohnya nama Keumahalayati, orang hanya tahu nama itu sebagai nama KRI (kapal perang Republik Indonesia). Padahal dia ini adalah laksamana wanita pertama di Indonesia, sangat pintar dan gigih melawan penjajah dan berhasil mengalahkan armada Cornelis de Hottman yang terkenal kuat pada 1599," lanjut Adhyaksa. "Dengan film ini, mari kita bangkitkan semangat nasionalisme."
Dalam kesempatan itu, Adhyaksa juga menyampaikan kegalauan hatinya mengenai minim film-film bertemakan pahlawan nasional. Untuk itu dirinya mengatakan sangat penting jika departemen-departemen lain membuat film-film mengenai tokoh-tokoh nasional lainnya.
Selain itu, kritik kepada produsen film nasional yang lebih senang membuat film horor yang sarat klenik ketimbang film dengan tema yang lebih bermutu. Televisi nasional juga dikritiknya. "Lihat saja, hari ini hari pahlawan. Tapi tidak ada satu televisi yang menayangkan film-film atau program-program bertemakan sejarah atau pahlawan nasional. Jika satu departemen membuat satu film semacam ini, maka akan ada 33 film bertemakan pahlawan nasional.
Saat ini, film ini akan digandakan dalam jumlah banyak dengan format VCD dan DVD yang akan disebar ke seluruh penjuru Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah dan perpustakaan agar bisa dilihat oleh masyarakat luas.

***
Meski persiapan pengarapan cukup rumit dan lama yakni 8 bulan, film yang disutradari oleh Alfadin mampu digarap dengan singkat, yakni hanya membutuhkan waktu tujuh hari saat produksinya (pengambilan gambar).
Keumalahayati yang diperankan oleh artis cantik Ine Febiyanti ini memang terlihat sederhana, tapi sangat jauh dari kesan ala kadar. Maklum saja, film ini digarap dengan bugdet yang minim. Dan tidak terlalu banyak mengumbar adegan-adegan perang kolosal meski sebenarnya film ini mengangkat sosok Keumahayati sebagai laksamana kapal perang terbaik kerajaan Aceh yang sigap mengahalau lanun-lanun dan penjajah Portugis.
Mengambil lokasi di Jakarta dan beberapa pantai di wilayah selatan Jawa, film yang banyak melibatkan artis-artis asal Aceh seperti Sultan Saladin, Nizar Zulmy dan beberapa nama lainnya itu menceritakan perjalanan hidup Keumalahayati sejak kecil hingga menjadi laksamana di Kerajaan Aceh.
Yang menarik, dialog-dialog yang ada di film ini banyak memuat petikan-petikan dialog asli yang dilakukan oleh Keumahalayati yang terdokumentasi dalam lembar-lembar dokumentasi orisinil milik Kerajaan Aceh.
"Ini film sejarah. Kata dan dialog bukan ciptaan skenario tapi memang asli," terang Alfadin.(persda network/why)

Bung Tomo

Jumat, 09 November 2007 | Label: | 0 komentar |

Bambang Sulistomo, putra Bung tomo denga Syaifullah Yusuf
Pahlawan Rakyat Yang Tidak Mau Dikubur di TMP


HARI Pahlawan yang jatuh pada 10 November selalu membuat kita terkenang dengan sosok Sutomo.
Pria yang lebih terkenal dengan nama Bung Tomo ini adalah motor pengerak arek-arek Suroboyo untuk maju angkat sejata melawan tentara Inggris dan sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia.
Sejarah kemudian mencatat, Bung Tomo melalui pidatonya yang berapi api mampu mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo untuk berperang mati-matian meski dengan senjata ala kadar yang pastinya kalah dengan persenjataan lawan.Namun tahukah anda, jika pria yang pernah menjabat sebagai menteri di era kabinet Burhanudin Harahap itu ternyata belum diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah.
"Biarlah tidak menjadi pahlawan nasional, toh bapak lebih suka menjadi pahlawan rakyat. Dan rakyat pun telah mengakui itu," ucap Bambang sulistomo, salah satu putra Bung Tomo, Jumat (9/11), usai acara penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada ayahnya di kantor GP Anshor Jakarta.
Bung Tomo lahir pada 3 Oktober 1920, di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah.
Setelah masa perjuangan, Bung Tomo kemudian melakoni kehidupan politik dengan aktif di partai PARI dan duduk sebagai anggota legislatif. Setelah itu, Bung Tomo meloncat ke Golkar meski akhirnya juga ditinggalkan.
Ketidakinginan Bung Tomo untuk menyandang gelar pahlawan sebetulnya sudah lama diketahui oleh keluarga. Bung Tomo yang mempunyai hubungan cukup dekat dengan presiden Soekarno itu selalu mengingatkan istri dan empat anaknya untuk bagaimana dan dimana dirinya nanti dikubur jika meninggal dunia.
"Bapak selalu bilang, 'kalau saya meninggal, saya tidak mau dikubur di makam pahlawan'. Bapak ingin dimakamkan dipemakaman umum," cerita Bambang yang kini telah berusia 57 tahun.
Alasan Bung Tomo untuk tidak dikubur di taman makam pahlawan sangat sederhana, dia merasa bukanlah pahlawan meski buku-buku pelajaran sekolah dasar selalu menuliskan namanya sebagai pahlawan.
"Selain itu, bapak merasa di taman makam pahlawan banyak kuburan orang yang sebenarnya bukan pejuang dalam arti sesungguhnya," kenang Bambang sambil memegang piagam pengukuhan ayahnya sebagai pahlawan nasional.
Wasiat Bung Tomo terkait dimana dia harus dikubur inilah yang sepertinya membuat pemerintah tidak mau menetapkannya sebagai pahlawan nasional.
Bambang menceritakan, usai ayahnya meninggal pada tahun 1981 di Mekkah saat menunaikan ibadah haji. Pemerintah menawarkan agar jenasah almarhum dikuburkan di Taman Makam Pahlawan Surabaya plus dengan upacara penghormatan militer.
Namun terkenang wasiat yang telah diucapkan almarhum sejak lama, keluarga menolak niatan pemerintah dan memilih memakamkan sang orator di pemakaman umun di Ngagel.
"Mungkin ini yang membuat mereka tersinggung. Dan tidak mencamtumkan nama bapak sebagai pahlawan nasional. Namun sesungguhnya kami sekeluarga tidak perduli gelar pahlawan nasional. Yang terpenting bagi kami adalah, rakyat mengakui Bung Tomo sebagai pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan," lanjut Bambang.
Dalam ingatan Bambang, ayahnya adalah sosok yang tegas dan siap mengkritik siapun yang menurutnya salah.
Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto tak luput dari kritiknya. bahkan atas kritik kerasnya semasa pemerintahan Soeharto, Bung Tomo juga harus rela dipenjara selama beberapa tahun terkait keterlibatannya di peristiwa malari atau malapetaka 15 Januari 1974.
"Bung Tomo tidak takut dengan kekuasaan, dia akan mengkritik yang salah," ucap Bambang yang kini aktif di sebuah NGO dan membuka warung makan di daerah Tanah Kusir Jakarta.
Saat ini keluarga besar Bung Tomo tinggal di cibubur. Istri Bung Tomo Ny Sulistina Sutomo yang telah berusia 80 tahun tinggal didampingi tiga putrinya, Tien Sulistami, Sri Sulistami, dan Ratna Sulistami.(persda network/why)

Indonesia Ditekuk Suriah 1-4

| Label: | 1 komentar |

mister Kolev yang bingung

- Peluang Ponaryo Astaman dkk Habis
Kekalahan memalukan 1-4 yang diderita Indonesia atas Suriah di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2010, Jumat (9/11) malam kemarin, hampir pasti minihilkan peluang tim merah putih untuk lolos keputaran selanjutnya.
"Kesempatan kita hampir kosong," terang pelatih Indonesia Ivan Kolev usai pertandingan.
Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno kemarin, tim merah putih tertinggal dua gol lebih dulu melalui Feras Esmaeel dan Mohammad Al Zeno pada menit ke-17 dan menit ke-33.
striker Budi Sudarsono sempat membuat harapan bagi Indonesia, dengan keberhasilannya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-38 melalui tendangan penalti.
Namun dua menit menjelang jeda babak pertama, Suriah kembali unggul melalui tendangan kapten kapten Ziad Chabo setelah kiper Markus Horizon melakukan blunder.
Keterpurukan Indonesia menjadi lengkap setelah Raja Rafe mencetak gol cantik dari luar kotak penalti di masa injury time babak kedua.
Kolev mengakui penampilan tim Ponaryo Astaman dkk sangat buruk dan pantas untuk kalah. Namun kekalahan dengan margin gol yang sangat banyak semakin membuatnya kecewa, khusunya pada pemain belakang.
"Kita bermain jelek sekali, saya sungguh tidak percaya," ucap Kolev.
"Pemain sepertinya lupa apa itu sepakbola modern, bagaimana bermain cepat, bagaimana berorganisasi," lanjut Kolev dengan wajah yang terlihat bingung dan tanpa semangat saat melayani pertanyaan bertubi-tubi dari wartawan Indonesia. "Secara keseluruhan, pemain terlihat tidak siap."
"Pemain belakang terlalu jauh dari lawan. Tidak bisa mempresing lawan, dan mudah sekali dilewati pemain."
Kolev mengatakan salah satu faktor yang membuat pemain tidak siap dikarenakan minimnya ujicoba yang dilakukan timnas. Ujicoba yang dilakukan hanya sebuah pertandingan biasa dengan kualitas lawan yang jauh dari level timnas, dan pemain pun hanya menyiapkan diri di Liga Indonesia.
"Mungkin ini pengaruh tidak ada ujicoba yang serius, pemain hanya bersiap di kompetisi," ucap pelatih asal Bulgaria itu.
Indonesia akan melakukan pertandingan kedua, pada 18 November mendatang,ke markas Suriah di Damaskus.
Sementara itu, pelatih Suriah, Fajir Ibraheem terlihat sangat senang dengan hasil yang diraih timnya.
Ini membuat dirinya optimistis jika tim didikannya akan lolos keputaran berikutnya.
"Ini bukan pertandingan mudah, Indonesia tim bagus. Dan ini membuat kami yakin untuk lolos keputaran berikutnya. Namun kami harus lebih bekerja keras lagi," ucapnya. (persda network/why)